Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Berusia 17 Tahun, Alvin Putra KH Arifin Ilham Melangsungkan Pernikahan dengan Lawan Debatnya

Muhammad Alvin Faiz, putra pertama KH Muhammad Arifin Ilham melangsungkan pernikahan dengan Larissa Chou. Akad nikah berlangsung selepas shalat Subuh, Sabtu (6/8/2016) di Masjid Az-Zikra, Sentul Bogor, Jawa Barat.

Proses menuju pernikahan Alvin yang masih berusia 17 tahun dengan Larissa ini terbilang unik. Menurut Muhammad Jibriel Abdul Rahman, pendiri Arrahmah Media yang turut hadir saat akad nikah, disebutkan bahwa sebelumnya Larissa adalah pemeluk agama Kristen.

larissa chow alvin arifin ilham2“Waktu itu Alvin terlibat debat dengan Larissa yang etnis China itu soal Islam-Kristen. Larissa kalah debat. Akhirnya memutuskan memeluk Islam. Tak hanya itu, keluarganya termasuk ayahnya Rudi Gunawan juga memutuskan masuk Islam,” ungkap Jibriel kepada Voa-Islam, Sabtu (6/8/2016) pagi.

Proses akad nikah Alvin-Larissa ini dihadiri ribuan jamaah, ulama, dan tokoh. KH Didin Hafidhuddin memberikan khutbah nikah. Sementara KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii sebagai saksi.

“Kata Kiai Didin berseloroh, akad nikah selepas Subuh ini pertama di dunia. Iya mungkin bisa dimasukin rekor Muri,” ujar Jibriel.

Pernikahan Alvin dengan Larissa ini, jelas Jibriel, memberi pelajaran bagi para pemuda-pemudi Islam yang menunda-nunda untuk menikah.

“Bagi yang masih jomblo, seharusnya malu sama Alvin dan Larissa yang baru berusia 17 tahun sudah berani mengambil kesempatan untuk membina rumah tangga,” tandas Jibriel. (ts/voaislam)

Kamis, 04 Agustus 2016

Remaja & Mahasiswa Milik Allah

Mahasiswa oh mahasiswa, dirimu begitu luar biasa. Potensi yang kau punya adalah keistimewaan-mu. Kau punya tenaga yang kuat alias masih energik sehingga mampu untuk beraktifitas seharian. Kau punya daya ingat yang masih kuat, ya sebab dirimu belum untuk memikirkan suami/istri, anak, tagihan listrik, air, dan seabreg pengeluaran lainnya. Kau punya waktu luang yang banyak, dimana waktu mu itu belum tersita untuk mengurusi dapur, sumur, kasur, jemur, tekukur (sejenis burung yang banyak dipelihara para bapak).

Potensi itulah yang akhirnya bisa membuat mahasiswa menjadi sosok yang istimewa. Ssok yang dirindukan oleh umat. Seperti Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang selama ± 825 tahun tak tertaklukkan namun di tangannya kota tersebut tertaklkkan. Sementara pada saat itu beliau masih berusia 21 tahun! Luar biasa. Lalu ada juuga sosok mulia seperti seorang anak yatim, Imam Syafi’i yang haus akan ilmu di usianya yang ke- 15 tahun ia merantau ke luar Mekkah untuk menuntut ilmu, ketika ia masih berusia 9 tahun beliau telah menghafall Quran. MasyaAllah, tak ketinggalan gadis cilik yang bernama Aisyah dan akhirnya menjadi istri tercinta Rasulullah saw, di usia belia ia hafal 2.000 hadist (kalau kita sudah hafal berapa hadist yah ?), ada juga ilmuan-ilmuan hebat seperti Ibnu Firnas yang menemukan pesawat jauuuuh sebelum wright bersaudara, Ibnu Sina bapak kedokteran yang ilmu serta bukunya sampai saat ini menjadi rujukan dalam dunia kedokteran di DUNIA, Mariyam, wanita penemu astrolab, Al Khawarizmi penemu angka nol dan teori aljabar. Itu saja ? Tentu tidak. Masih banyak sekali pemuda-pemuda luar biasa yang memanfaatkan potensinya dengan benar.

#ApaKunciSuksesMereka?

Selain mereka hebat di bidang sains dan tekhnologi, ternyata mereka adalah orang yang dekat dengan Allah, penghafal Al-Quran dan peduli (catet!). Waktu, tenaga, fikiran, bahkan harta mereka jadikan untuk meraih kemuliaan dihadapan dan juga untuk kontribusi kepada Islam. Subhanallah.
Namun apa dikata, keberadaan remaja (mahasiswa) di zaman sekarang dengan zaman tersebut bertolak belakang sekali, kondisinya memang sudah edan se-edan-edannya. Bagaimana bisa ada remaja di Kab. Limapuluhkota, Sumbar yang melakukan arisan seks ? dan karennanya, ada 3 siswa yang tidak ikut UN karna hamil. Apalagi jika ada konser justin biibier atau artis-artis korea (maaf namanya tidak disebut, karna penulis tidak pernah ngefans, hehe) waaah langsung histeris sambil ekspresi yang cetar membahana, teriak-teriak sambil nangis pada sang idola, pacaran yang berbagai macam gaya, mulai dari sebutan khusus, misal mimi pipi, ayah bunda, mengukir nama pacar ditangan dengan silet, sampai perbuatan seperti suami-istri, hingga muncul berbagai fenomena cabe-cabean, tomat-tomatan, terong-terongan. Astagfirullah... Ingat hadist ini hayoo, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
Kok bisa ya ada remaja n mahasiswa yang luar biasa seperti Muhammad Al Fatih dan kawan-kawannya, sementara disisi lain ada juga remaja yang rusaknya minta ampun deh.mari kita merenung sejenak, ah kelamaan! langsung aja kita berfikir (mahasiswa harus intelektual) kira-kira apa yang membuat remaja zaman dulu dan sekarang itu berbeda ? padahal kalo ditanya agama mayoritas jawabannya sama, Islam. Kitabnya sama ; Al-Quran. Nabi n Rasulnya sama ; Muhammad saw. Lantas apa donk ? mmm (mikir)


#Solusi
Aha!!! Aku tau jawabannya!! (ekspresinya ala film-film di TV tuh, mengacungkan telunjuk lalu ada lampu nyala di dekat kepala). Dahulu itu sistem kehidupannya itu dengan sistem Islam yang diterapkan secara sempurna, bahasa kerennya kaaffah. Jadi, kenapa bisa ada remaja-remaja hebat seperti Muhammad Al-Fatih dkk, ya karena mereka hidup di bawah aturan Islam yang diformalkan dimana biasa disebut dengan daulah khilafah. Sementara sekarang kita tidak hidup di bawah daulah khilafah melainkan hidup dibawah sistem kapitalisme (demokrasi-liberal) yang mengusung kebebasan. Kebebasan berpendapat, kebebasan memiliki, kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama. Jadi akhirnya gini deh, menghasilkan remaja dan mahasiswa yang kebablasan karena kebebasan itu tadi.

Sehingga akan hanya menjadi mimpi siang bolong saja jika menginginkan remaja dan mahasiswa yang berkuaitas tapi sistemnya masih pake sistem kapitalisme. Nah, itu artinya kudu wajib kita hidup di bawah aturan Allah sebab #Remaja&MahasiswaMilikAllah.

Sobat, kita sebagai Mahasiswa adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. So, itu artinya lagi, ketika kita adalah milik Allah maka harus di atur dengan aturan-Nya juga Islam. Karena Islam bukan hanya sebatas Agama ritual belaka, tapi Islam merupakan Ideologi, yakni aqkidah aqliyah (akidah yang sampai dengan proses berfikir) yang melahirkan peraturan. Segala hal ada di dalam Islam, mau masalah apapun, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, politik, bahkan cinta (naluri) ada dalam Islam. Tidak ada yang tidak ada hukumnya dalam Islam (Catet lagi).


Dan terbuktikan hasilnya, remaja yang diatur dalam Islam adalah remaja yang berkualitas tinggi, dan sebaliknya. Karena #Remaja&MahasiswaMilikAllah, yuk kita ambil bagian dalam kembali kepada Islam dan menjadikan Islam sebagai the way of life. Tidak cukup pada diri saja melainkan sistem atau lingkungan pun juga harus menggunakan aturan Islam secara keseluruhan dalam naungan daulah khilafah (khilafah islamiyyah).[Waallahua’lambishawab].

Rabu, 03 Agustus 2016

Menikah Muda Itu Hebat

Menunda pada usia muda dengan alasan belum tamat kuliah bukan syarat sah. Menikah adalah hal penuh keindahan pasangan yang saling mencintai dan tidak ada patokan berapa usia yang tepat untuk menikah.  Semua itu kembali pada kemampuan dan kesiapan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Fenomena untuk menjalin hubungan dalam usia muda adalah salah satu hal postif. Ini beberapa rahasia dibalik menikah muda
Kebahagiaan
Persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidup Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut.

Mudah Adaptasi
Pasangan berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru juga kepribadian. Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan pengantin yang telah berusia matang.

Belajar Kedewasaan
Belajar menjadi lebih dewasa dengan orang yang dicintai adalah fase hidup yang menyenangkan. Bisa menjadi lebih bertanggung jawab. Daripada sebelumnya saat belum menikah, seseorang lebih bertanggung jawab karena tuntutan atau keadaan yang memaksa harus seperti itu.

Emosi Yang Stabil
Terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosi Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.”
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

Mencapai Impian
Di sinilah letak serunya menikah muda.Pasangan masih memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar cita-cita.Dukungan yang diberikan pun lebih konkrit dan nyata dalam suatu tindakan

Semakin Sukses
Pandangan seseorang untuk menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun. Karena tidak mengherankan jika banyak individu yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.
Kesehatan

Peluang memperoleh anak lebih tinggi, dibandingkan pengantin wanita berusia lebih dari 35 tahun. Ini adalah keuntungan menikah muda. Usia yang muda mampu mengimbangi pertumbuhan generasinya kelak hal ini didukung dengan kesehatan.

Menikahlah
Buat yang sudah siap untuk berumah tangga, tidak salah untuk meneruskan hubungan dengan seseorang menuju ke jenjang kepastian. Saatnya membangun kehidupan yang indah dengan menikah.  Yuk raih berkah bersegeralah